2nd Birthday Letter

Anakku, Zlatan.

Tanggal 25 Mei kemarin kamu ulang tahun ke-2. Sudah bukan bayi, sudah bukan infant. Momi juga jadinya bayar full kan tiket pesawat kamu balik ke Singapore. Hihihi..

GImana rasanya jadi anak 2 tahun? :)

Mommy yakin pasti menyenangkan, terutama karena 3 bulan terakhir kamu makin ceriwis kaya Papa. Kadang Mommy kasian, begitu banyak kata2 yang sepertinya kamu mau ucapin ke Mommy dan Papa, tapi masih terbatas ya kamu ngerti-nya. Jadi kadang2 kamu cuma tunjuk dan teriak “UUHH!!”, kalau soal alat transportasi, kamu jagonya. Segala ‘bot’, ‘ngengeng’, ‘aking’, cars, choochoo, kamu bisa sebut semua. Bahkan kamu inget lho kalo ketemu mobil papa, eh BEKAS mobil papa di jalan, kamu akan tunjuk Livina dan bilang “ngengeng papa!” hihihi.. Nanti kita insya Allah beli mobil lagi ya, Nak..

Zee, sayangku..

Tahun ini ngga ada perayaan spesial buat ultah kamu, Granmi masak luar biasa banyak untuk makan siang keluarga kita, dan kamu ngga mau tidur siang sampai rewel karena ngga mau ketinggalan ‘seneng2 keluarga’ ini. Alhamdulillah, ngga lupa juga sama temen2 kamu. Semoga tradisi ini tetap kita jalanin sampai kapanpun kamu ulangtahun, sebagai pengingat bahwa kamu punya banyak teman yang tidak seberuntung kamu, Nak..

Zee, sayangku..

Umur kamu baru 2 tahun, tapi kamu sudah terlibat begitu banyak keputusan penting Mommy dan Papa dalam hidup. Kamu ikut kita pindah ke Singapore, walau itu berarti menghapus privillage kamu untuk diasuh dan disayang begitu banyak orang di Jakarta, menghilangkan keasikan kamu main sama temen2 kecil kamu di sekolah, membuat kamu sedikit bingung karena hampir 3 minggu sekali kamu selalu naik pesawat terbang alias airplane alias aking, untuk pulang ke Jakarta nemenin Mommy ngurus hal2 yang masih ketunda. Kamu melakukan semua itu, in such young age, tanpa protes. Kayak pasrah sama semua keputusan Mommy dan Papa. Terima kasih, Nak.. karena membuat semua keputusan itu 90% lebih mudah dengan segala penerimaan kamu. Semoga keputusan besar keluarga Pradono ini menjadi keputusan terbaik untukmu juga..

Zee, sayangku..

Terkhusus untuk kamu, Mommy mengucapkan terima kasih sebesar2nya, karena sabar saat Mommy ngga bisa sabar, karena diam saat  Mommy teriak ke kamu, karena pelukin Mommy saat Mommy diemin kamu. Kamu masih kecil, masih bayi Mommy, yet you have a bigger heart than me. You literally teach me everything. Mulai sabar sampai dengan cara mengasuh anak dengan kasih sayang.

For the past 2 months, kamu jadi temen Mommy disetiap hari, nemenin Mommy blogging, nemenin Mommy tidur, bikin acara mandi kamu jadi lebih seru, bahkan kejar2an pakein kamu pampers juga terasa menyenangkan.

Mommy janji, akan belajar terus untuk lebih sabar, ngga akan memaksa kamu melakukan sesuatu apabila kamu ngga mau, dll. Satu yang Zee bisa pegang janji Mommy sampai Mommy ngga ada, kalau Mommy, no matter how dangdut this may sounds, will do anything for you, will die for you, and loving you whole heartly.

Selamat 2 tahun kelahiran kamu, Sayangku Zlatan Aufarrayhan Pradono.

Teruslah jadi pengingat Mommy & Papa untuk selalu bersyukur di kehidupan ini. Kamu, rejeki Mommy & Papa. Kamu, rejeki paling penting dalam hidup kami.

Sehat & bahagia selalu ya, Nak. Cuma itu yang Mommy & Papa harapkan.

Aminn!

Peluk Cium,

Mommy & Papa.