Burung Bangau, dimanakah engkau?

Meeeeenilik (halah menilik), pada kejadian belakangan ini. Baik dalam keluarga atau sekitar. Maaaakkaaa… jeng jeng. Gue akan nulis pengalaman gue (yaiyalah, mau tentang siapa lagi) mengenai The Best Timing punya anak.

*lagu Srimulat berkumandang*

Yang baca blog ini dari dahulu kala pasti tau dan hafal betapa perasaan gue mengharu biru, sedih nangis, kesel, gondok dan akhirnya bahagia tentang topik satu ini.

Gue ‘kosong’ (istilah orang2) selama 2.5 tahun. Setiap kali gue dapet gue nangis, padahal kalau mau jujur, yang gue tangisin adalah ketakutan gue akan pertanyaan orang lain. Yes. Pertanyaan horor pengantin baru “UDAH ISI BELUM?” (isi kesemek! tampar ya! – kalo bisa tiap kali jawab begini enak sekali ya). Mau sama temen, mau sama keluarga, dan yang paling bikin nelongso itu muka si penanya, muke prihatin begituh. Padahal kesian aja dianya prihatin, kitanya mah asik2 aja balik rumah kruntelan berdua sampe pagi ya? (ada yg under age? no? nooo.. hahaha).

Itu gue takut banget ditanya begitu. Kayaknya salah gitu karena belum hamil. Padahal kan mungkin saja sudah segala cara dicoba, dari mulai HSG yang menyakitkan (gue ga pernah punya nyali buat ini, thumbs UPPP buat yang sudah pernah, sini peluk..), disuntik penyubur supaya bertelor (emang eke hayaaamm??), diatur2 waktu berhubungan, sampe sogok hio ke atas. Semua mungkin sudah, tapi i tell you, YOU! YOU! YOU!!! kepo-ers, yang paling menyakitkan adalah pertanyaan itu “udah hamil belum?”. Gue ga tau maksud nanya-nya apa, basa basi? sebenernya tanya aja, apa kabarnya? sekrang kerja dimana? gimana make up nambah? sepatu? tas? *eehhh..* buanyak lho pertanyaan lain. Gue sampai sekarang paling ga pernah tanya ke orang “udah hamil?” lah gue sapa? ga ikut tanam saham di perut situ.

Terkisahlah salah satu pasangan ini, mendadak hamil setelah baru satu bulan menikah, dan setelah itu.. pisah. Yo’a. pisah sodara2, dengan alasan klise, gak cocok – kesalahan terbesar – dia berubah – ternyata begini – ternyata begini. Dan yang ketimpaan ‘masalah’ ya balik lagi ke orangtuanya. Ada lagi yang nyalahin anaknya karena menurut dia, hidup berubah setelah punya anak, dan it leads to a worse situation. Dia jadi ga bisa berdua sama suaminya, jadi ga bisa ini ga bisa itu, semua deh salah anaknya. Sangat disayangkan :( kalau aja mereka tahu banyak orang yang pingin punya berkah seperti mereka…

Kalau gue flash back ke 2.5 tahun itu, i had sooooo much fun bersama Andri, kita bisa pergi kemana aja, kapanpun dan tanpa harus mikirin siapapun. Yang bikin gue stress dan tertekan ya oang2 kepo yang ga tau berbasa basi itu. Di luar itu, menyenangkan. Sangat menyenangkan kok sebetulnya..

God knows when is the right moment untuk gue punya anak. To tell you the truth, gue juga ga bisa bayangin kalau di tahun pertama gue sudah punya anak. Masa2 adaptasi yang penuh dengan debat luar biasa panjangnya bukan kepalang, masih sama2 egois dan ga mau ngalah, masih sama2 punya prinsip “TURUTIN GUE!”. Alangkah kasihannya Zee :’)

Saat Zee dateng, menurut gue sama Andri adalah saat yang pas, finansial membaik, emosi mereda, dikasi bonus liburan berhari2 ke luar negeri sebelum Zee akhirnya bilang kalo dia ada dalem gue. Perfect. perfect abis! :D i never regret harus menunggu 2.5 tahun apabila hasil akhirnya dapet Zee.

Akhir kata, gue cuma nitip pesen aja, kalau mungkin belum waktunya, dinikmati dahulu waktu private bersama suami/istri. Jangan repot mikirin perasaan orang lain, kalau gue bisa muter balik waktu, gue ga akan repot2 nangisin kata2 tante-nya Andri, or bothering tentang pertanyaan2 orang lain. Tapi memang itu salah satu pembelajaran emosi gue juga sih.

Punya anak itu hidup berubah, bagi gue dan Andri from HAPPY to much more HAPPIER. Gue dikasi pelajaran sama Yang Maha Kuasa kalau penantian 2.5 tahun gue itu dibalas dengan kebahagiaan yang amat sangat.

Jadi temen2 yang masih nunggu burung bangau.. SANAAAHH LIBURAN! :D :D :D

Letter to Zee, Sept 2011.

Hi, Zee!

Mommy nulis ini di kantor hihihi.. Kamu dirumah sama Cus Iin dan tarces, orang2 kepercayaan Mommy dan Papa untuk pegang kamu sehari2.Pasti kamu sekarang lagi makan siang, mungkin sambil nonton babyTV atau pocoyo. Atau bisa juga lagi ngejar2 kelinci di belakang rumah.

The reason i’m writing you this letter is, Mommy iri sama foto2 kamu dan Papa dibawah. T_____T”. Eh beneran lho. Jangan ketawa. I love you like Papa loves you! Mungkin lebih karena kamu ada di perut Mommy selama 9 bulan dan nemenin Mommy selama itu. Jalan2, naik ojek, beli sepatu, seneng pas dapet tas baru, beli baju, naik turun jembatan busway, in rewards, Mommy selalu makan apa yang kamu mau (lho?), hihihi..

I love you dearest, Son. I love you and your brother/sister to be (if any.. is there any? hmm? :p biar Mommy siap2 gitu. Huehueheu..).

Kaaaarrreeenna Mommy iri sama foto kamu dan papa yang buanyak banget di PC dan external HD Mommy (jangan ketawa – lagi, jaman ini memang masih pake External HD, waktu kamu baca ini, pake apa ya?) trus Mommy latah deh pingin majang foto2 Mommy dan kamu. Sedikit dibandingkan foto kamu dan Papa but i’m sure you’ll love it too..

Dearest Son, i cannot wait to go home and hugging you sampai kamu jejeritannn!!

LOVE YOU TOO MUCH!!

Kisses,

Mommy.

yeeeyyy banyak! hihihihi..

One Fine Morning with Zee

Sebagai bapak ibu bekerja, weekend adalah anugerah bagi kami. Kadang, jadwal commute bikin gue sama Andri ngga ketemu Zee seharian. Kalo bisa nelangsa sambil nangis2 di tembok, maybe i did. Tapi karena masih ‘harus’ bekerja, jadi kita bawa fuunn.. Ngga jarang gue berangkat Zee maish tidur, dan kita pulang, Zee udah tidur. Berdua Andri, kita cuma bisa puas2in nyium2 sampe anaknya kebangun (horee!) atau gusar. Hihi.

Since Friday biasanya gue pake buat nge-date berdua Andri dengan nonton dan makan, udah pasti Zee tidur pas gue sampai rumah. Dan moment yang paling kita tunggu-tunggu adalah besok pagi-nya. Biasanya, Zee akan bangunin kita, yang kejadian kemarin, dia colok2 mata Andri, kalau ga berhasil, pindah ke gue. Gitu terus sampai dia kesel sendiri dan bilang “HAAAAHHH..!!” nah itu baru kita berdua bangun.

Moment with Zee was always magical. Gue selalu seneng dan berusaha mengabadikan moment tersebut. Kebetulan karena gue yang seneng foto2 jadi gue selalu the person behind the lens. DAN… ngga ada fotonya. T_____T”

Kegiatan favorit tentu aja jalan pagi bersama. Ini bentuk lain dari jemur2 Zee sih, hihihi.. Kemarin, moment berharga keluarga ini gue foto2in, and i thought it will be great to share it here.. :)