BabyTV Songs Lyrics

Charlie & The Numbers – Baby TV

One, One two three, One two three four five
Six Seven eight
Nine ten
Six Seven eight
Nine ten

My name is number one –and I can reach the sun, My name is number two, How do you do? I am number 3, Look at me. Let’s dance together now, 1,2,3

I am number four, Let’s jump some more, Being number five, feels so alive, My name is number six, I don’t miss a thing
Let’s dance and twist while the numbers sing

Seven coming through, And I will sing for you!, It’s so great, Being number 8, Next in line, I am number 9. And now comes 10 let’s count the numbers again!

 ………………………………………………………………………

Morning Song

When I wake up in the morning
Everything seems just the same,
The sun is smiling, birds are chirping,
Are they calling out my name?

Then my heart feels something special
Melodies heard, from far away
Butterflies are singing sweetly
Come to play, it’s a happy day

Then the elephant and rabbit,
Turtle, hippo and giraffe
Join in and sing together
Just for me? – Yes! – Sure enough!

“Happy New Day, dearest friend
Here to greet you we intend,
May your heart be filled with laughter
And with love that knows no end!”

………………………………………………………………………….

Today is my birthday

Today is my birthday, a special day,
Just for me, just for me,
Today is my birthday a special day,
So come everybody sing with me.

My friends will come, we’ll dance and play,
And have a lot of fun,
The sun is out
And I am glad,
My day has just begun!

…………………………………………………………………………..

(ayo Andri, apalin buat lullaby nanti malem! hihihi)

Sukurin!

Jawaban Andri atas komentar temennya “kasian banget lo ga pernah dimasakin istri”

“gue yang ga bolehin, kesian amat Istri gue udah kerja masih disuruh2 masak juga..”

HA! EAT THAT!

*cium cium Ansky*

Parenting Style?

Setiap orangtua pasti punya ‘gaya’ parenting sendiri2. Untung ya Allah gue orangnya ngga kompetitif (kecuali dalam hal sepatu, err.. tas? oh oke sama liburan, hihihi..) dalam hal gaya mengasuh anak ini. Kalo iya, IMHO serem bangettt! Lha iya kalo cocok diaplikasikan ke anaknya? Kalo ngga?

Sebelum kesitu, gue mau nulis pendapat (dilarang protes, ini blog gue, wek! hihi) tentang bedanya PINGIN sama IRI. Kalo andri bilang “amit2 jangan sampe IRI, itu hancur hidup kita kalo sampe iri sama orang lain”. I agree with him.

Gue itu orangnya pinginan, impulsive parah. Kadang kalo abis beli barang (yang sebenernya ga perlu dibeli) nyesel. Nyeselnya, kaya gini nih “aarrgghh, kenapa beli yg ini? yg itu lebih lucu..” lho? hehehe.. ya begitu deh, cewek banget. Kalo IRI, alhamdulillah nggak (ini se-sadarnya gue ya), ataupun kalau pernah, misalnya ngeliat orang posting foto di Eiffel (berlaku juga untuk emak gue yang sering baca blog ini, COPOT PROFILE PIC DI FESBUK, MAMAH!!) atau ke Disneyland, atau ke Bali. Gue lantas pingin banget liburan juga, wajar wong udah 2 taun (!!!) ga kemana2.*jemur popok*

Yang menurut Andri bahaya lampu merah adalah, iri terus karena ga keturutan jadi kesel, dan ujung2nya nyilet orang ybs. Ini juga berlaku dalam hal apa aja. Tas, sepatu, liburan, anak, bahkan soal hubungan sama suami. Karena menurut gue, dengan lo iri sama orang lain, lo ga akan sadar how precious your belongings are. Lo udah punya tas merk A, liat orang gonta ganti tas merk B, trus lo karena kepingin ga keturutan (tanpa lo sadar mungkin belum bisa beli, atau bisa beli tapi ga mau – salah lo sendiri-) trus akhirnya nyindir2 orang yang pake. Hah. amit2 deh..

Dalam parenting juga gitu, bberapa post lalu gue juga pernah bahas, rasa kaya anak gue kok belum bisa gini, anak dia udah pasti ada. PASTI. Gue pun kadang kalo denger juga nyess gitu. Tapi orang kadang lupa untuk inget bahwa, anak orang lain udah bisa ABC, anak kita udah bisa DEF. Terus sebel sendiri, terus cari2 kesalahan anak orang lain dan ujung2nya ‘di celatu’.

Udah beberapa kali gue liat contoh nyata di twitter, dengan embel2 nomention yg terkenal itu. Sampe ga sadar kalo cara sahut menyahut twitter kadang bener2 memperlihatkan asli-nya lo gimana. Serem banget. kata2 ICAM bener2 diterapkan dengan nyata di twitter.

ya anyway, back to topiiiicc.. *nyapu2*

Parenting style gue sama Andri adalah… no style. Huehuehue.. Kita berdasarkan instinct. Sebagian dari prinsip Montessori gue setuju, dari Tiger Mom juga banyak yang setuju. Tapi gue ga bisa plek ketiplek2 kaya textbook, dan gue jelas ga bisa hypno2an itu.

Contohnya, i let Zee eat wherever he wants. Mau di highchair, go ahead. Mau duduk di sofa kecilnya, go ahead. Mau sambil lari2 ngejar bunny, silahkan. yang penting dia makan masuk dan ga rewel. Once i ate at some resto, Ibu2 meja sebelah jelas berusaha membikin gue impressed. Ngomong di kenceng2in, sibuk teriak ke babysitter “ambil tisuue basah, ambil air putih!!” sementara dia strap on anaknya ke highchair. Anaknya paling seumur Zee, setaunan lah. Zee gue biarin duduk di pangkuan gue, sembari kadang merosot turun ke bawah dan jalan2 di bawah meja T_T”. Sementara anaknya histeris massa sampe satu resto ngeliatin, ibunya terlihat sekali berusaha menjejalkan makanan ke mulut anaknya, puncakya, piring ditepis, melayang dan jatuh berantakan! Heyaaakk loo.. Zee? 10 menit abis. Sambil bengong ngeliat anak yg histeris tadi. Khusus buat makan, gue ga pernah maksa Zee makan lebih dari 30 menit. Kalo dia di mut, gue cut makannya. Toh kalo laper dia akan tarik2 tangan minta cemilan. Hail to bebitang Nugget! hahahha..

oh well, hari gini, beberapa Ibu berlomba2 terlihat perfect sampai lupa perasaan dan kebutuhan anaknya ya?

Gue juga bukan penganut aliran “jangan bilang tidak ke anak”. I used NO! words a lot. Karena memang pada Zee kasusnya dia tau NO itu udah larangan mutlak. Gak bisa kayaknya kalo di gue (lagi2), Zee mainan colokan listrik trus gue bilang “sayang yuk mainnya sini aja” bisa kesetrum duluan rasanya. Zee juga tau kalo kata2 BERHENTI. STOP. SINI. itu tanda bahwa dia harus puter balik :) ) kocak abis.

Tentu aja gue gak berniat bikin Zee jadi anak yang (nenek gue bilang “aduh ini semua serba dilarang”) depresi. Gue kan punya partner hidup yang bak helikopter. Kalo gue bilang “ZLATAN! No more ipad, enough!” dan Zee mewek, bapaknya biasanya langsung ngasi Zee pengalih perhatian. Tentu aja setelah Zee teralihkan perhatiannya langsung dikasi ke gue dan gue back to tone normal lagi. Balance jadinya. Plus, Zee never cried more than 15 secs. Kecuali kejeduk. Hohohoho.. Kaya kemarin di mobil, lagi ‘jamannya’ dia ga mau di carseat karena maunya jalan2 di dalem mobil. Gue gendong ga mau, akhirnya gue turunin dan bilang “fine, sana glesetan di bawah” diem sih, 5 menit setelah dia mainin sepatu di bawah, dia berusaha berdiri, dan balik badan ke gue dengan gesture tangan minta gendong. Hihihi.. kangen ni yeee.. :p

All i’m saying is, bagi gue sebanyak2nya teori pengasuhan anak, kayaknya yang lebih diutamakan masih insting ibu bapaknya ya. Dan kalo slogan setiap bayi beda beda itu dipuja puji, stop trying too hard being a perfect mom to others. You should be a perfect mom to your baby, not to other moms. Karena yang orang lain pikir adalah baik, belum tentu baik untuk anak lo.

Roaaaaaaaaaaarrr!!

*tigermominaction*