the decision has been made. tho’ it’s not what we hoping for..
but no regrets. no turning back. Insya Allah this is the best for us..
Aminn..
the decision has been made. tho’ it’s not what we hoping for..
but no regrets. no turning back. Insya Allah this is the best for us..
Aminn..
saya cukup gerah dengan pertanyaan macem ini, bukan karena saya merasa tersindir, wong anak saya juga minum ASI walopun gak ASIX karena campur sufor. tapi saya risih, apa urgensi-nya sih mereka pingin tau anak saya minum/makan-nya apa?
kalau nanya untuk sharing sih ok, kalau abisannya ada kata2 “wah sayang banget gak ASIX” atau “kalo minum sufor ntar gampang sakit lho”, malesin banget! who are you to judge?
saya sadar, kampanye mengenai ASI ini sedang heboh2nya, saya juga jadi salah satu ‘korban’nya kok, dateng ke seminar mengenai ASI, baca buku tentang laktasi dll, semata2 karena saya dan Andri mau kasi YANG TERBAIK untuk baby saya kelak.
Tapi apa jadinya kalau keadaan ga berpihak ke kita? saya pertama masuk RS mau proses caesar juga dengan PD-nya bilang ke suster2 baik hati disana, “saya mau kasi ASIX!” dan memang Zee minum ASI, setelah hari ke 2 teman baik saya dateng untuk meres payudara saya supaya keluar, setengah mati sakitnya, nangis? nggak. saya tahan tahanin supaya ngga nangis, karena menurut saya kalo saya nangis nanti ASI-nya makin ngga keluar, kan katanya its all in your mind kan?
Mimpi buruk saya dimulai saat Zee harus disinar dan membutuhkan banyak ASI. yah, the moment DSA saya keluar kamar saya langsung nangis ngejer, karena deep deep down, saya tau ASi saya belum cukup buat disetor ke Zee. Sempet ada pikiran untuk dibantu sufor tapi saya dan andri masih kekeuh kasi ASI dan milih extend di RSPI dengan harga kamar selangit hanya supaya saya bisa setor ASI kapanpun Zee haus.
Ngga lama setelah DSA pergi saya langsung colokin pompa dengan semangat, masih sambil nangis karena kasian sama Zee. tunggu punya tunggu.. netes sekali aja ASI-nya. saya nangis lagi, Andri mencoba untuk menenangkan dengan bilang “kalo nangis ASI-nya makin ga keluar, ma..”. saya tau tujuannya baik, memompa semangat saya, tapi yang terjadi (dalam hal ini berarti benak ibu2 yang kalut) adalah saya merasa di tuntut untuk berpikiran tenang di saat anak saya butuh minum dan deeeeeppp down saya tau ‘im not gonna make it’. rasanya? FRUSTASI, parah. PARAH!
Saya merasa ada spotlight diatas badan saya saat ibu saya dan Andri melihat dengan seksama saat saya mencoba pompa ASI. Saya merasa seluruh perhatian orang tercurah ke sata, satu2nya harapan untuk ASI. Akhirnya saya minta kelambu ditutup mengelilingi tempat tidur saya, lalu saya nangis tersedu sedu lama sekali sambil berbisik2 meminta maaf ke Zee yang saat itu sedang ‘dititipkan’ di ruang bayi, saya ngga mau Zee sedih ngeliat saya nangis. Katanya, koneksi ibu dan anak sedemikian hebatnya kan.. hening sekali diluar, mendengar saya terisak2 Andri pamit pergi untuk ngurus akta lahir Zee dibawah. Ibu saya diam di luar kelambu, kemudian bilang “mama boleh masuk?” tanpa sadar saya menjerit “ngga mauuuuu!!!”. Kemudian 5 menit kemudian saya panggil ibu saya dan saya kembali menangis sambil dipeluk beliau. I’m talking to myself “kenapa asinya ngga keluar? kenapa ma? kenapa?”. Saya kecewa sama diri sendiri, saya frustasi, stress dll. Apa?! anda mau bilang “ya panteslah ASI-nya ngga keluar, jangan stress kaliii!” sekarang saya tanya anda balik, pernah ada di posisi saya? pernah? ASI keluar? Alhamdulillah, good for you, selamat! sukses! salut!, nah saya ENGGAK. apa gerakan ASI mendukung anak kelaparan? saya harap tidak.
Ibu saya sempat bilang “jangan ngerasa terbebani, yang bikin kamu lega apa? Zee kenyang dan proses disinari-nya berhasil? Kamu dulu juga campur kok, apa yang dikuatirin? gampang sakit? look at you now. pernah kamu sakit serius? masuk RS? baru sekarang ini kan? ini juga dalam rangka melahirkan. Semua sudah ada garisnya, sayang.. kamu ga akan masuk neraka hanya karena ngasi susu bantuan ke Zee“.
dan itu benar2 tamparan ke saya. seperti yang kalian baca di post sebelum2nya, akhirnya saya memilih kasi Zee sufor. Besok paginya saya bangun subuh2, dan masih dengan jahitan caesar nyut2an saya jalan ke kamar bayi, pas banget Zee lagi di lap2, kemudian saya susuin Zee sampai berdarah dan saya nangis2 diruang menyusui, akhirnya di stop sama susternya. DO I LOOK LIKE I’M GIVING UP? no kan?
Saya akhirnya maklum dengan beberapa teman yang setelah melihat foto Zee yang gendut mencoba memancing “Zee lucu bangeeett, genduuutt… ASI kan?” apa saya bohong kalo saya bilang “IYA”? lha wong sampai detik ini juga dia memang nyusu ke saya kok. Tapi saya juga ga akan bohong kalo ada yang tanya “tapi campur sufor?”.
Sedihnya sekarang ini ukuran sukses atau ngga jadi ibu diukur dari ‘lo kasi makan apa anak lo’. ASI? wah sukses,hebat!! SUFOR? wah anak lo anak SAPI dong! ntar sakit2an lho. Sedih sungguh. 2,5 tahun saya nunggu2 Zee dateng dan dititipin sama Allah ke saya, masa iya sih saya milih ngasi yang ‘BURUK’ buat anak saya? saya sudah mencoba kasi yang TERBAIK, tetapi ternyata yang terbaik saja tidak cukup. Sudah pernah cerita saya nangis di dalam kamar mandi berjam2 karena saya merasa gagal sebagai ibu karena berat badan Zee meluncur drastis 300 gram dalam hitungan hari setelah keluar dari RS karena saya kekeuh mau kasi ASI aja selama seminggu? dan Zee ga bisa diimunisasi karena berat badannya kurang? dan gimana dia ngga bisa tidur karena nempel berjam2 sama saya? saat itu insting ibu saya bergerak, i did try my best and it wasn’t enough..
Saya merasa kasihan sama ibu2 yang sedang bersosialisasi kemudian masuk ke topik ‘anaknya minum apa’ sampe dia harus bohong. Padahal menurut saya, keberhasilan jadi orang tua terutama ibu tidak hanya diukur dari makanan anaknya. Masih untung saya bisa kasi susu yang sekalengnya harga 250rb tanpa merasa terbebani. Ever thought about orang2 kurang beruntung yang ASinya ngga keluar dan ngga punya uang untuk beli susu formula? masa udah dalam keadaan gt masih mau dicerca atau disindir2?
Saya percaya anak sehat itu penting,tetapi anak BAHAGIA juga ngga kalah pentingnya. Kalau menurut ibu2saya gagal dalam memberikan yang terbaik untuk Zee dalam hal minuman/makanan. Ngga apa2.
saya akan mencoba memberikan dia limpahan kasih sayang yang ngga akan terputus. Ngga cuma dalam waktu 6 bulan atau 2 tahun. Insya Allah sampai saya kembali kepada yg kuasa.
Seperti yang waktu itu saya tweet :
Zee bukan ANAK ASI, Zee bukan ANAK SAPI, Zee anak MOMMY dan PAPA
sehat-sehat ya, nak.. we promise to love you and love you every second of our life!
ps : tulisan teman saya (yang notabene istri dari kakak temen SMA saya, what ay small world) Meta, sangat bagus sekali untuk dibaca di SINI.
You’ve got that look again
The one I hoped I had when I was a lad
Your face is just beaming
Any way the four winds that blow
They’re gonna send me sailing home to you
Or I’ll fly with the force of a rainbow
The dream of gold will be waiting in your eyes
I can see that it gets to you
Her faith is amazing
The pain that she goes through contained in
The hope for you
Your whole world has changed
The years spent before seem more cloudy
Than blue
In many ways your baby’s controlling
When you haven’t laid down for days
For the poor no time to be thinking
They’re too busy finding ways
You know I’d do most anything you want
Hey I, I try to give you everything you need
I’ll see that it gets to you
I don’t believe in many things
But in you I do
You know I’d do most anything you want
I don’t believe in many things
But in you I do
For Your Babies – Simply Red