Ojekers Story

Tadi gue naik ojek, karena suamiku lembur. Nyebrang jembatan buswae ke Indorama, naik ojek dari sana ke Pancoran, rumah mamak-ku.

Gue kalo milih tukang ojek suka yg Bapak2 (selera gue dalam hal ini Om2 banget, ngga termasuk kamu lho sayangku..) bukan apa2 kalo yg masih muda itu suka over kreatip. Contohnya ya kejadian di gue hari indang..

Dari awal keluar Bidakara gue udah bilang, “Mas, naik jembatan aja, lewat terowongan.. saya lebih deket darisitu..” kata dia “mmmrrrnnggg..bleeketepebluurr… situ aja mbak..” (gue ga ngerti awalnya dia jawab apa, sumpah kaya orang kumur2 pake Oral B Mouthwash – lha, itu gue dong sebelom tidur) kata dia sambil nunjuk2 ke arah perdatam-pancoran timur.

Yawesss, terserah situ lah, dalem hati saya ngomong. Begitu dia lurus, nyampe Lampu merah tepat dibawah patung yg menunjuk ke arah Manggarai, bencana dimulai. Itu MACET-nya kaya setan! bahkan naik motor pun macet, berenti! gue saking bengongnya sampe apal tulisan di jaket-nya dia ‘layton hills’ (merk apeeee lagi tuh!! ck.. ck..). Gue kira dengan dihajar macet 10 menit berenti dia akan kapok dan ngikutin saran gue untuk jalan ke arah jembatan cawang. NGGAK loh neeekkk…. teteeeuuppp dese kekeuh ke arah Perdatam! itu kan kena LAMPU MERAH lagiii!!

Asli gue pengen nge-geplak kepalanya deh dari belakang (i know itu ngga enak bgt, i’ve tried, believe me, pengeng gitu rasanya). Akhirnya gue cuma geleng-geleng doang sampe dia belok perdatam..

Aman??!! belooomm… itu Pancoran Timur kan rajanya Polisi Tidur, masarokat itu jeglukan disikat2in semua sama dia, kalo posisi gue ga miring tapi ngadep depan kayaknya gue yg nginjek rem-nya deh.. untung gue belom hamil, kalo gue hamil, gue langsung bukaan 5, gue jamin!

Hhhhh…. tapi gue tetep milih ojek dibandingin taksi bok, asli cepet! kenceng, meskipun ga murah juga sekarang. hihihihi..

Hmmm… besok.. milih yang mana ya? :D

Mari Berhitung!

Setelah mendapat pencerahan dari Papa Dias dan Mama Miko tentang Kredit Kendaraan Bermotor, gue sama andri jadi semangat tentang si Lipina. :D

pulang dari rumah mertua, lgs buka klikbca dan itung2an KKB..

tung, itung, itung.. haiyaaahhh.. dengan DP 100juta (tuker tambah apanza), dicicil 3 tahun, perbulannya jadi 1,7 juta. dan setoran pertama 111 juta. jreeeeeennnggg…

liat2an, cengar cengir bersama, pas andri bilang ‘siap ga belanja dipotong 1,7juta perbulan?’, gantian gue yg nyengir.. :D

akhir kata.. yuuk, planning bangkok aja deh. ahhaaah..
*nabung dulu buat tambahan dp-nya deh..*
:D

Heavy Cramp!

Yesterday i got my period (aka. belom berhasil hamil), sudah 2 bulan terakhir (termasuk bulan ini) my period syndrome is getting worse than ever. Bertahun-tahun ‘dapet’, baru 2 bulan terakhir gue kenalan sama Nyeri Haid. and astaga, sumpah sakitnyaa..

Kemarin, kita sampe batal berangkat ke Kawinan kolega Andri di kantor karena pas mau berangkat gue break down, i got the period early in the morning. Karena gak tega, akhirnya baju dilepas, ganti baju rumah, mekap diapus, ga ada perayaan deh.

Sampe ngeringkuk gue di kasur, sampe nangis, keringetan nahan sakit, while my husband really taking care of me, i barely can do nothing. Sore akhirnya gue paksa berdiri, ganti baju dan kita ke Bintaro Plaza, beli groceries sama makan di Hokben aja.

Jalan gue udah kaya nenek2, bungkuk2 ga jelas, hihihi.. but, man! sakitnya gila2an!! apa semua org kaya gini ya? Malem2 sambil andri nonton HBO dan gue internetan, tiba2 gue ngerasa ada yg narik rahim dan rasanya bak jeruk diperes, apa kaya jemuran di pelintir? ya gitu deh.. jerit2 lah gue akhirnya..

Dateng pagi hari di kantor, gue googling dan nemu artikel dari Blog Dokter :

Dismenore adalah nyeri perut yang berasal dari kram rahim dan terjadi selama menstruasi. Disebut dismenore primer jika tidak ditemukan penyebab yang mendasarinya dan dismenore sekunder jika penyebabnya adalah kelainan kandungan.
Penyebab Dismenore sekunder lebih jarang ditemukan dan terjadi pada 25% wanita yang mengalami dismenore. Penyebab dari dismenore sekunder adalah: endometriosis, fibroid, adenomiosis, peradangan tuba falopii, perlengketan abnormal antara organ di dalam perut, dan pemakaian IUD.

Faktor Risiko
Biasanya dismenore primer timbul pada masa remaja, yaitu sekitar 2-3 tahun setelah menstruasi pertama.
Sedangkan dismenore sekunder seringkali mulai timbul pada usia 20 tahun. Faktor
lainnya yang bisa memperburuk dismenore adalah:
-rahim yang menghadap ke belakang (retroversi)
-kurang berolah raga
-stres psikis atau stres sosial.

Gejala dan Tanda
Nyeri pada perut bagian bawah, yang bisa menjalar ke punggung bagian bawah dan tungkai. Nyeri dirasakan sebagai kram yang hilang-timbul atau sebagai nyeri tumpul yang terus menerus ada.Biasanya nyeri mulai timbul sesaat sebelum atau selama menstruasi, mencapai puncaknya dalam waktu 24 jam dan setelah 2 hari akan menghilang. Dismenore juga sering disertai oleh sakit kepala, mual, sembelit atau diare dan sering berkemih. Kadang sampai terjadi muntah.

Penatalaksanaan
Pertambahan umur dan kehamilan akan menyebabkan menghilangnya dismenore primer. Hal ini diduga terjadi karena adanya kemunduran saraf rahim akibat penuaan dan hilangnya sebagian saraf pada akhir kehamilan.

Untuk mengurangi rasa nyeri bisa diberikan obat anti peradangan non-steroid (misalnya ibuprofen, naproksen dan asam mefenamat). Obat ini akan sangat efektif jika mulai diminum 2 hari sebelum menstruasi dan dilanjutkan sampai hari 1-2 menstruasi.
Selain dengan obat-obatan, rasa nyeri juga bisa dikurangi dengan:
- istirahat yang cukup
- olah raga yang teratur (terutama berjalan)
- pemijatan
- yoga
- orgasme pada aktivitas seksual
- kompres hangat di daerah perut.

Untuk mengatasi mual dan muntah bisa diberikan obat anti mual, tetapi mual dan muntah biasanya menghilang jika kramnya telah teratasi. Gejala juga bisa dikurangi dengan istirahat yang cukup serta olahraga secara teratur. Jika nyeri terus dirasakan dan mengganggu kegiatan sehari-hari, maka diberikan pil KB dosis rendah yang mengandung estrogen dan progesteron atau diberikan medroksiprogesteron.
Pemberian kedua obat tersebut dimaksudkan untuk mencegah ovulasi (pelepasan sel telur) dan mengurangi pembentukan prostaglandin, yang selanjutnya akan mengurangi beratnya dismenore. Jika obat ini juga tidak efektif, maka dilakukan pemeriksaan tambahan (misalnya laparoskopi).

Jika dismenore sangat berat bisa dilakukan ablasio endometrium, yaitu suatu prosedur dimana lapisan rahim dibakar atau diuapkan dengan alat pemanas.
Pengobatan untuk dismenore sekunder tergantung kepada penyebabnya.

ON ME :
retroverted uterus : check
kurang olahraga : check
stress :… kayaknya gak. ;p

eeehmm… dibakar nek? ngga janji deh… hehehehe.