Sms kedua ini, kembali menyadarkan saya untuk ngingetin Andri, “Beb, ada sms nih..”, Andri kemudian menyuruh saya untuk membuka sms-nya.
Dalam Nokia Communicator itu kan kita bisa ngeliat part sms-nya hanya dengan buka desk dalam-nya aja..
1st sms dari Lusi – Maersk : “Telah meninggal dunia……..”
2nd sms dari Mbak Lea – Maersk Bahrain : “Andri, udah tau belum……..”
Saya terlalu takut untuk tau siapa yang meninggal, tapi melihat pengirimnya adalah orang-orang dari kantor Andri sebelumnya, Maersk Sealand Indonesia, then i assumed bahwa it must be one of them. I said to Andri “Aduh beb, aku ngga berani buka.. ada yang meninggal kayaknya..”, and Andri quick grab the phone from me and open it.
1st sms : “Telah meninggal dunia istri dari Raldy, Gabby malam ini.”
2nd sms : “Andri, udah tau belum istrinya Raldy meninggal??”
i shocked!! i look at Andri which also staring at me and melongo. “WHAT???!!!” we choir. and then quickly added “innalillahi wa inna lilahi rajiun…”. Andri then dialed Lusi’s number. After a few minutes talking, then the romoured officially true.
Baru aja Juli 2006 saya dan Andri datang ke Resepsi Raldy & Gebi di ANTAM. The couples also went to our wedding in Alila last December. Who’d thought itu bakal kali terakhir saya melihat Gebi? Last time we’d remember, Gebi bahkan sedang hamil. Andri explain bahwa Lusi tadi bilang, Gebi baru aja ngelahirin Senin lalu (OMG!) dan mungkin karena tubuhnya lemah, dia kena komplikasi penyakit dan akhirnya meninggal Rabu malam.
i do shiverring, Andri’s too.
Mereka seumur kita, diberi rezeki oleh Allah anak yang baru 3 hari sudah ditinggalkan oleh ibunya. We can’t imagine how it feels.
Setelah menyelesaikan kewajiban sama tukang, kita akhirnya ke Meruya Utara, selama di perjalanan, no words came from our mouth, we’re still stunning. Akhirnya saya menanyakan Andri hal ini..
“Beb, if this happen to you, would you re-married again?..” Woro.
“Aku ngga kebayang.. mungkin.. nggak.” Andri.
“Tapi aku rela kok, besides ada bayi kan, ngga mungkin anak aku hidup tanpa ibu…” Woro.
“…….” Andri cuma diem dan melihat lurus ke depan.
“Kasian Raldy ya, Beb..” Woro.
“iya, tadi Boyke (temen Andri main bola dan kantor lama) juga bilang ‘gw masih gemetar, ndri..’, aku ga bisa bayangin kalo aku, mungkin bertahun-tahun kali aku gemeter-nya..” Andri.
I take a look at Andri’s face. Dan bilang dalam hati “Kita ngga tau kapan itu bisa terjadi ya, Sayang..” and i hugged his arm. I’m so affraid of this thing. Loosing him.. We’re at one of our greatest time, and suddenly the man/woman you love leves you.. forever. Oh My God. I’m so affraid.. :’( gak kebayang sama sekali.
We’d came to rumah duka, Saya memberanikan diri untuk melihat Jenasah Gebi “Semoga amal ibadahmu diterima Allah SWT dan diterima di sisi-Nya.. amin”. Andri melanjutkan dengan membaca surat Yasiin. Banyak teman Raldy datang melayat. Semuanya sama, shocked. Bahkan belum setahun yang lalu kita ketemu di kawinannya Raldy. Raldy sendiri yang menyalami semua tamu terlihat tenang sambil berulang kali mengucapkan “Terimakasih..”, belum setahun yang lalu dia juga bilang ke saya “Makasih ya, Wor..” beda-nya saat itu dia sedang bersuka cita karena baru saja married.
I’m speechless. You’ll just never know…. .
R.I.P Gebi….